Friday, March 15, 2019

Tugas Kuliah (Membahas Formula Sirup Parasetamol Berdasarkan Jurnal)

Tugas ini dibuat untuk memenuhi syarat lulus pada mata kuliah Farmasetika Sediaan Liquida. Tugas ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa untuk membaca jurnal terutama mengenai formulasi sediaan liquid (yang dalam topik ini adalah sirup parasetamol). Jurnal yang digunakan adalah "Study of Formulation of Pharmaceutical Solution Form of Paracetamol in the Pediatric Clinical Practice" yang bisa didapatkan di sini.
Adapun untuk memudahkan, seperti biasa saya mem-posting tugas saya (dan teman-teman kelompok) semasa kuliah dalam format JPEG dari PPT. Semoga dapat membantu teman-teman dalam menyelesaikan tugas. Selamat membaca.

***



Bus Malam Dan Perkenalan


Beberapa hari lalu karena suatu hal, saya harus kembali ke salah satu Rumah Sakit di Situbondo untuk melakukan penelitian. Biasanya saya menggunakan jasa travel karena bepergian di Jawa dengan jalur yang belum saya ketahui bagi saya termasuk menghawatirkan. Namun Allah selalu punya cara untuk mengajarkan saya sesuatu. Hingga, saya akhirnya bepergian dengan salah seorang teman menggunakan Bus ke daerah Situbondo.

Karena suatu alasan (bisa jadi miskomunikasi atau mungkin termasuk penipuan), kami salah menaiki Bus yang pada akhirnya menyebabkan kami harus diturunkan di tengah perjalanan dan menaiki Bus laju (sebuah bus biasa yang biasanya berhenti di beberapa tempat untuk mencari penumpang). Padahal kondisi saat itu sedang hujan deras pada waktu sore menjelang malam. Karena mempertimbangkan perasaan teman saya, saya berusaha tidak menunjukkan kekhawatiran dan memerintahkan diri untuk tersenyum dan bersemangat, karena saya yakin pada akhirnya kami akan selamat, pertolongan Tuhan akan selalu datang.

Benar saja, sebuah Bus lewat dan kamipun naik. Menurut saya yang jarang bepergian teutama dengan Bus (karena tanah kelahiran saya termasuk kecil sehingga dapat bepergian bahkan hanya dengan sepeda motor saja), Bus yang kami tumpangi termasuk Bus yang sudah kurang layak untuk ditumpangi. Berkenaan dengan kondisi, polusi dan keadaan badan Bus itu sendiri (kondisi saat itu hujan dan terdapat kebocoran di dalam Bus). Namun siapa sangka saya mendapat pelajaran berharga dari dalam Bus tersebut.

Saya melihat kerasnya hidup melalui seorang wanita paruh baya yang mencari nafkah dengan bernyanyi di dalam Bus. Nyanyian yang belum pernah saya dengar, namun terlepas dari liriknya, liukkan nadanya membawa saya terbang ke alam imajinasi. Beberapa laki-laki juga masuk dan bernyanyi dengan iringan gitar, beberapa lagu dan suara mereka saya sukai dan membuat saya paham mengapa sastra lama begitu erat kaitannya dengan kehidupan sosial.

Lebih dari yang saya jabarkan di atas, saya banyak belajar dan melihat hal baru yang tidak bisa saya temui di tanah kelahiran saya. Mungkin ini salah satu wujud perkenalan saya pada dunia yang sebenarnya dan buah dari keputusan saya merantau.

Sampai saat ini suasana di dalam Bus tetap melekat di dalam ingatan saya berteman alunan lagu yang membawa saya pada ragam khayalan dan kenyataan sekaligus. Perjalanan malam yang menyenangkan, saya juga berterimakasih pada teman saya yang menemani saya melakukan perjalanan tersebut, kami berbincang mengenai banyak hal termasuk karakter, cinta, pendapat dan berbagai hal menarik lainnya.

Sebuah perkenalan tentang hidup melalui Bus yang sesak oleh penumpang dengan karakter  berbeda-beda dalam balutan malam yang hangat. Ya, hangat, terutama di pipi, karena sebutir air yang mengalir tanpa saya sadari kapan.......

***
Malang, 15 Maret 2017
Tulisan Ringan

Saya Terbangun !

Lamunan saya menguar. Kepulan awan bergambar memori menguap ke udara. Menghilang sepersekian waktu bersamaan dengan angin lembut. Batin saya tiba-tiba seakan tersayat.

Benar kata teman saya beberapa waktu lalu. Saya terlalu cengeng. Padahal belum berbuat banyak. Saya terlalu membiarkan diri menikmati sifat kemanusiaan yang kurang perlu. Mungkin boleh mengeluh dan bersikap cengeng, namun saya rasa kurang pantas bila dibandingkan dengan perjuangan yang sedang ditelusuri orang-orang diluar sana.

Saya terbangun!
Saya terlalu banyak mengeluh tanpa berbuat. Protes namun tetap diam. Tahu yang benar tapi membiarkan diri digerogoti kebohongan. Saya merasa telah menghianati diri sendiri. Untuk pertama kalinya saya merasa sangat malu.

Allah telah mengizinkan mata saya terbuka.
Kini ragupun tidak berguna.
Semoga saya senantiasa terjaga dan mampu menjaga diri.
Saya akan terus mendidik diri.

Saya terbangun! Dan saya akan meneruskan perjalanan... Terimakasih

***

Jiwamu kembali Reni. Perasaan itu ada lagi. Pintu itu kini terbuka.
Malang, 24 Februari 2017

Dua Jalan

Jalan mana yang akan kamu pilih?
Ada dua jalan terhampar di depanmu. Jalan yang mudah namun bertentangan dengan prinsipmu dan jalan yang sepertinya sulit, bahkan banyak teman-temanmu menghindari jalan itu, tapi jalan itu mendukung prinsipmu.

Jalan mana yang akan kamu pilih?
Bersediakah kamu melalui jalan itu sendirian? Sesuatu menarik-narik dirimu untuk menaati prinsipmu.

Jalan mana yang akan kamu pilih?

***

Malang, 23 Februari 2017

Quiet doesn't mean he didn't want to talk

Quiet,.. doesn't mean he didn't want to talk. The reason why he always been so quiet, it wasn't because he didn't want to talk. He probably wanted to listen.

Untuk bisa mendengar, kamu perlu mengalah. Mengalah untuk mencoba mengerti dan menjelma dia (lawan bicara). Saat itu kamu akan banyak berpikir:
Apa yang dia rasakan?
Mengapa dia melakukannya?
Apa tujuannya bercerita demikian? Minta pendapat? Sekedar meluapkan isi pikiran?
Dalam diam kamu bisa paham perasaan orang. Lama dan semakin lama kamu menjadi pendengar, bicaramu semakin sedikit. Bukan karena kamu tidak ingin bicara, hanya saja kamu terbiasa mendengar.

Kamu paham kan?
Saya yakin kamu paham
Karena kamu juga pendengar yang baik


***
Malang, 21 Februari 2017